Orang tua beserta cucu dan keledainya
January 16th, 2008 by ben-yeoDikisahkan perjalanan seorang
kakek beserta cucu dan keledainya yang membawa barang dagangannya untuk
didagangkan dikota, untuk mencapai kota tersebut harus
ditempuh perjalanan yang cukup jauh dengan melewati beberapa desa.
Dalam perjalanan si kakek merasa
kasihan dengan cucunya, maka si kakek menaikan cucunya ke punggung keledai
tersebut, sementara barang dagangannya di pikul oleh kakek itu sendiri,
melewati desa pertama, orang desa tersebut melihat dan berkata, “ Cucu yang
tidak tau diri, kakek malah disuruh pikul barang, sementara dirinya enak – enak
diatas punggung keledai”, si cucu merasa tidak enak, maka diminta lah agar
kakeknya yang menunggang keledai tersebut, sementara diri cucu itu membawa
barang dan berjalan kaki.
Sampai di desa ke 2, penduduk
desa itu berkata “Kakek yang tega, cucunya yang masih kecil disuruh jalan kaki
sementara dirinya menggunakan keledai” Merasa tidak enak maka si kakek,
menaikan barang beserta cucunya di atas keledai tersebut, dan mereka
melanjutkan perjalanan.
Sampai di desa ke 3 penduduk desa
tersebut berkata “Benar – benar tega ini orang, keledai sekecil itu malah
disuruh pikul barang dan dua orang, keterlaluan!!!” merasa tidak enak maka
kakek memutuskan untuk turun beserta cucunya, kakek memikul barang dan berjalan
dengan cucunya sambil menggandeng keledainya, dan mereka pun melanjutkan
perjalanan.
Sampai di desa ke 4 penduduk desa
tersebut berkata “Ini orang kok goblok, ada keledai tidak dipakai, ngapain
jalan kaki sambil bawa keledai” akhirnya kakek ini malah bingung dan tidak tau
mau buat apa lagi, serba salah, perjalanan mereka menuju
kota
tujuan pun menjadi lambat karena
cemoohan dan protes dari penduduk di desa yang mereka lalui.
Kisah ini diceritakan oleh
seorang temanku yang hebat, namanya Lim Kien Kok (Programmer BetaSoft for BPR),
dulu saya sangat sensitive terhadap omongan – omongan orang kecil yang bersifat
menjatuhkan semangat ku, hal tersebut membuat saya sering stress dan frutrasi
sendiri, selalu merasa kecil hati dan dendam, akhirnya saya tidak bisa bekerja
secara optimal.
Berkat cerita ini, saya menjadi
tau, tidak setiap omongan orang terhadap diri kita harus kita tanggapi, Karena
kalau semua omongan negative kita tanggapi, maka kita tidak akan bisa pikir jernih
untuk maju.